Timezone Persembahkan Gebyar Kreatifitas Anak Se-Kabupaten Tangerang
KARAWACI-MAPNEWS. Di Indonesia, sains sering dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan kurang digemari di sekolah. Bahkan terkadang orang tua juga memberi kesan bahwa pelajaran sains itu pelajaran yang sulit. Padahal seharusnya kita menyadari bahwa sebenarnya sains adalah cabang disiplin ilmu yang paling menyenangkan dan menarik untuk dipelajari. Karena, obyek dari sains adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Apa yang kita lakukan dalam hidup tidak lain adalah penerapan dari sains itu sendiri.
Sebagai upaya untuk mengubah persepsi umum tentang sains di Indonesia tersebut, Timezone berinisiatif untuk membuat anak-anak Indonesia mulai melihat ilmu pengetahuan dengan cara yang menyenangkan dimana mereka bisa belajar dan bermain pada waktu yang bersamaan. Dalam rangka mengembangkan kesadaran ini di kalangan anak-anak Indonesia, Timezone Indonesia menyelenggarakan program "Gebyar Kreatifitas Anak Se-Kapubaten Tangerang” pada tanggal 25 Mei 2013 di area parkir utara Karawaci Supermall, dari jam delapan pagi sampai selesai. Akan ada berbagai macam kegiatan diselenggarakan dalam acara yang dibuka secara resmi oleh Bupati Tangerang, Bpk. Ahmed Zaki Iskandar tersebut.
Aktifitas yang diselenggarakan antara lain seperti lomba parade kostum unik, fashion show, lomba tari kreasi, basket, mewarnai, lari bendera dan masih banyak pertunjukkan seru dan menarik lainnya. Sebagai puncak dari kegiatan pada acara tersebut adalah pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk membuat dan menerbangkan pesawat terbang kertas terbanyak.
Pemecahan rekor tersebut akan melibatkan ribuan anak yang berasal dari sekolah TK dan SD sederajat dari 29 kecamatan se Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerjasama /kolaborasi antara Timezone Indonesia dengan IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal), IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia), HIMPAUD (Himpunan Pendidik Anak Usia Dini), dan PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia).
Acara prosesi penerbangkan pesawat kertas tersebut merupakan wujud nyata penerapan sains yang menyenangkan. Apalagi kreatifitas pembuatan pesawat kertas sudah diperkenalkan pada anak sejak usia dini, baik oleh orangtua maupun guru di sekolah. Bagaimanapun, dalam kesempatan ini pesawat kertas yang diterbangkan akan diperkaya dengan ilmu gaya gerak atau aerodinamika.
Dengan ilmu terapan ini kita bisa menentukan gaya gerak pesawat kertas dengan berbagai teknik melipat pesawat kertas. Semakin aerodinamis lipatan yang kita buat maka hambatan udara semakin kecil sehingga membuat pesawat dapat terbang semakin kencang. Untuk memperkenalkan bagaimana membuat pesawat terbang aerodinamis ini, Timezone Indonesia menggandeng Science Centre Singapore.
"Science Centre Singapore (SCS) senang sekali dapat membawa pengalaman dan keahlian kami ke Indonesia serta berbagi keajaiban ilmu pengetahuan dengan anak Indonesia. Lembaga kami telah menyelenggarakan berbagai Kompetisi dan Lokakarya Pesawat Terbang Kertas," kata Associate Professor Lim Tit Meng, Direktur Utama SCS.
"Sekarang kita berada di Indonesia untuk meneruskan kegiatan kami menyebarkan keajaiban penerbangan melalui pesawat terbang kertas dengan Timezone Indonesia. Hal ini memang merupakaan kegembiraan bagi kami. Berbagi pengetahuan ini tidak akan berakhir hanya dengan pesawat terbang kertas, kami berharap dapat menambahkan elemen lain ke dalam kompetisi ini, seperti misalnya pameran, program ilmu pengetahuan dan produk-produk berlogo SCS. Leonardo Da Vinci pernah berkata bahwa sekali Anda mencoba terbang, Anda akan selalu berjalan dengan menengadah ke atas. Maka, kami berharap bahwa lokakarya pesawat lipatan kertas dan kompetisinya akan membuka pikiran anak-anak Indonesia dan mendorong mereka menggapai angkasa,” lanjut Lim Tit Meng.
Senada dengan Lim Tit Meng, Direktur PT Matahari Graha Fantasi (Timezone Indonesia) David W. Dale, menyatakan bahwa bahwa pihaknya akan terus memotivasi anak Indonesia untuk semakin menyukai ilmu pengetahuan melalui cara-cara yang menyenangkan. “Timezone Indonesia telah mempelopori konsep belajar sambil bermain (edutainment) di semua gerainya selama bertahun tahun. Dalam perjalanan waktu, konsep edutainment ini mendapat dukungan yang terus meningkat dari berbagai lembaga pendidikan, bahkan meluas menjadi kegiatan Family Day dan Multi-Talent Award di mana aktivitas belajar tetap sebagai inti dari kegiatan tersebut."
Dan hari ini, lanjut David W. Dale, pihaknya dengan sangat bangga dan antusias mengumumkan Perjanjian Kerja Sama antara Timezone Indonesia dengan SCS guna memberikan pengalaman belajar yang unik, yang edutainment di semua gerai Timezone di seluruh Indonesia. Termasuk program ilmu pengetahuan SCS dan juga produk-produk bermerek yang akan meningkatkan reputasi global mereka.” Program pertama ini, adalah kompetisi dan workshop melipat pesawat kertas “Times for Fun” akan menuju kearah baru yang menarik dan menyenangkan.”
Komitmen kedua organisasi ini dinyatakan dengan penandatanganan kerja sama yang disaksikan teman-teman media pada hari Sabtu, 25 Mei 2013.
Kemitraan antara Timezone Indonesia dan Science Center Singapore ini semakin menegaskan bahwa Timezone hadir untuk terus berupaya memasyarakatkan dan meningkatkan pemahaman bahwa sains itu menyenangkan (science is fun), dan itu diterapkan di semua gerai Timezone di Indonesia. Ke depan akan ada program dan kegiatan lain yang akan digulirkan dari kolaborasi dan kerjasama antara Timezone Indonesia dengan SCS.
Dengan demikian, dengan ditandai acara Gebyar Kreatifitas Anak dan Kompetisi Penerbangan Pesawat Kertas oleh ribuan anak, maka waktu bermain bagi anak-anak telah memiliki arah yang baru. Yakni bermain sekaligus belajar, dan itulah mengapa kami mengatakan bahwa ilmu pengetahuan memang menyenangkan. (ONE)



Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 