Wamen Kemenhub Buka Future Transport Asia 2013

JAKARTA-MAPNEWS. Pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup stabil sampai 5 tahun terakhir. Banyak kalangan menilai, pertumbuhan tersebut akan semakin signifikan jika infrastruktur dan transportasi kita terus ditingkatkan. Apalagi sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan transportasi yang saling terintegrasi.  

Demikian salah satu poin penting yang disampaikan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono saat membuka seminar dan pameran Future Transport Asia 2013 di Ballroom Grand Hyatt Hotel Jakarta, Selasa (25/6/2013).

Menurut Bambang dalam seminar yang berlangsung sampai 27 Juni itu, Indonesia perlu meningkatkan konektivitas dengan mengedepankan transportasi intermoda yakni moda laut, darat, kereta api dan udara. "Kita sudah mulai melakukan pengembangan sejumlah infrastruktur transportasi, seperti membangun rel ganda kereta api lintas Utara Jawa, merevitalisasi sejumlah bandara, pelabuhan, dan lainnya. Namun itu belum cukup, kita butuh pembangunan infrastruktur transportasi yang lebih besar dengan biaya yang sangat besar juga tentunya."

Lebih lanjut, Bambang memaparkan bahwa dalam APBN 2013 Kementerian Perhubungan mendapatkan alokasi dana sekitar Rp36 triliun. Kementerian Perhubungan juga mendapatkan dana hasil penghematan anggaran sebesar Rp4,5 triliun.

Dana Rp4,5 triliun akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur untuk memperluas konektivitas infrastruktur darat, laut dan udara. Wujudnya seperti membangun aksesbilitas pelabuhan di daerah terpencil, pembangunan pelabuhan yang belum tuntas, penyempurnaan bandara,  pembangunan runway bandara yang kurang, terminal bandara, revitalisasi kereta api pada beberapa ruas tertentu.
  
Pada tahun 2013 pemerintah akan menyelesaiakan beberapa proyek utama antara lain pembangunan rel ganda Jawa sepanajang 727 km, kereta bandara dan beberapa pelabuhan. Kementerian Perhubungan pada tahun 2013-2014 akan membangun 24 bandara baru kelas menengah.

Semua proyek infrastruktur perhubungan tersebut merupakan bagian dari masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI). Investasi infrastruktur transportasi selain jalan yang dibutuhkan dalam masing-masing koridor ekonomi MP3EI membutuhkan investasi sebesar Rp475 triliun.  

Oleh karena itu, dalam kesempatan Future Transport Asia 2013 Bambang menharapkan akan lebih banyak investor dan tenaga ahli infrastruktur dan transportasi yang tertarik mengembangkan transportasi di Indonesia. "Pemerintah berkomitmen untuk membuka peluang swasta membangun infrastruktur transportasi." 

Future Transport Asia 2013 menampilkan beberapa pembicara dari beberapa perusahaan dalam dan luar negeri. Di antaranya PT. Kereta Api Indonesia, PT. Angkasa Pura II, KLIA Express, State Railway of Thailand, Changi Airport Group serta Malaysia Airport Holding Berhad. (ONE)

Berita Terkait

Komentar: