Presiden: Peradaban Maju dengan Perkembangan Teknologi

JAKARTA-MAPNEWS. Sebuah negara maju memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dengan seperangkat teknologi inovatif yang mereka hasilkan. Itulah mengapa teknologi melekat erat dalam peradaban suatu bangsa. Maka, Indonesia tidak pernah berhenti meningkatkan kualitas SDM supaya kita semakin maju dalam teknologi demi mengangkat harkat, martabat, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Demikian kesimpulan yang disampaikan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-18 Tahun 2013 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (29/8/2013).

Presiden dalam acara yang mengangkat tema "Inovasi untuk Kemajuan Bangsa" itu mengatakan bahwa ada tiga isu terkait dengan pengembangan teknologi, pertama tantangan yang dihadapi dunia dan Indonesia saat ini dan masa depan bidang pangan energi, air dan sumber lainnya. Kedua, bagaimana kita memandang dan meletakkan hubungan yang tepat antara ekonomi dan teknologi. Ketiga, pekerjaan rumah kita membangun sinergi nasional, sinergi akademisi, bisnis dan pemerintah. "Bila sinergi bisa berjalan dengan baik maka semua lini akan menyumbang sisi positif perkembangan kesejahteraan rakyat."

Dari banyak bidang yang dijabarkan dari perspektif teknologi, Presiden cukup memberi perhatian pada bidang pertahanan dan keamaman. Ia mengharapkan Indonesia mencapai kemandirian dalam perlengkapan alutsista (alat utama sistem senjata). "Kalau alutsista itu bisa diproduksi di dalam negeri, maka wajib hukumnya untuk gunakan produksi industri kita sendiri. Kalau belum bisa diproduksi di dalam negeri, maka dimungkinkan untuk pengadaan dari luar negeri tapi dengan skema yang baik. Barang kali ada joint investment. Nanti pada saatnya kita memiliki kemampuan untuk produksi alutsista itu." 

Dalam acara tersebut, dipamerkan berbagai produk alutsista buatan dalam negeri. Contohnya, buatan PT Pindad diantaranya Panser Komodo, senjata SS1-VI, SS-M1, SS2-V5, G2-Elite, G2-Combat, dan lainnya.

Selain itu, dilakukan peluncuran 24 unit Roket R-Han 122 dari Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Peluncuran roket buatan lokal itu dilakukan setelah penekanan tombol oleh Presiden.

Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-18 itu, juga dihadiri oleh mantan Presiden Bj. Habibie, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menhuk dan HAM Amir Syamsudin, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

Sebelum memberikan sambutan, Presiden SBY  menyaksikan penandatanganan delapan perjanjian kerja sama produksi alutsista antara pemerintah dan BUMN dan perusahaan swasta. Pihak yang terlibat kerjasama, yakni Kementerian Pertahanan, BPPT, PT Pindad, PT DI, PT LEN, PT Garda Persada, PT Daya Radar, dan CV Maju Mapan. (ONE)

Berita Terkait

Komentar: