EF Adakan Spelling Bee sebagai Ajang Tingkatkan Nasionalisme Anak
JAKARTA-MAPNEWS. Seseorang yang mahir dalam bahasa Inggris tidak bisa dipertentangkan dengan rasa nasionalisme. Justru semakin mahir seseorang dalam berbahasa Inggris, maka dirinya semakin terbuka lebar untuk menjadi seorang nasionalis. Karena ia mampu memperkenalkan apa saja tentang Indonesia kepada dunia internasional melalui bahasa Inggris yang dikuasainya.
Hal ini telah dibuktikan oleh para bapak pendiri bangsa kita. Soekarno, presiden pertama Indonesia terkenal sebagai seorang polyglot (orang yang menguasai berbagai bahasa), yang punya gairah tersendiri terhadap bahasa asing. Simaklah pidato-pidatonya, ia sering sekali menyitir berbagai ungkapan berbahasa asing. Bahkan sangat antusias untuk urusan Bahasa Inggris. Maka tidak heran, Soekarno menjadi sangat terkenal dan disegani dalam dunia internasional. Dan sebagai efeknya, bangsa Indonesia cukup diperhitungkan dalam percaturan politik dunia.
Sadar akan strategisnya peran bahasa Inggris untuk memupuk rasa nasionalisme, maka tahun ini EF English First sebagai lembaga pendidikan bahasa Inggris berskala internasional yang terbesar di dunia dan tersebar di 75 negara kembali menggelar “Kompetisi Nasional EF English First Spelling Bee IX Tahun 2012.”
Menurut Arleta Darusalam, Country Director EF English First Indonesia, kompetisi ini adalah kompetisi mengeja bahasa Inggris, dan EF English First adalah satu-satunya lembaga bahasa yang secara konsisten menggelar kompetisi “Spelling Bee” di Indonesia. Kompetisi ini menjadi sarana untuk mengoptimalkan kompetensi anak Indonesia dalam penggunaan bahasa Inggris yang baik dan benar sejak dini dalam kehidupan sehari-hari, lewat kompetisi mengeja bahasa Inggris berskala nasional
Untuk tahun 2012, Kompetisi Nasional EF English First Spelling Bee dimulai dengan kompetisi regional yang diadakan sejak tanggal 5 Oktober 2012, di sekolah-sekolah EF English First dan EF English First Nusantara di seluruh Indonesia. Pemenang dari masing-masing sekolah itu, akan berlaga di ajang grand final pada hari ini, Minggu, 4 November 2012 di Gedung Smesco, Jl. Jend Gatot Subroto Kav. 94 Jakarta Selatan.
Jumlah peserta yang hadir di Grand Final 350 orang, yang terbagi dalam 3 kelompok: Kelompok A (kelas 1 SD -3 SD), Kelompok B (4 SD – 6 SD), dan Kelompok C (1 SMP – 3 SMP). Mereka adalah saringan dari 8.225 pelajar/ peserta regional yang ikut bertanding di 63 EF English First center tersebar di 26 kota di seluruh pelosok Tanah Air. Ada yang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Banten, Cirebon, Bandung, Tegal, Solo, Semarang, Yogyakarta, Kediri, Tulungagung, Jember, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Bali, Samarinda, Balikpapan, Batam, Medan, Pekanbaru, Palembang dan Lampung.
Kompetisi Nasional EF English First Spelling Bee kali pertama diselenggarakan pada tahun 2003, dengan peserta dari para pelajar di EF English First. Setahun kemudian, kompetisi serupa diselenggarakan berskala nasional tapi terbuka bagi pelajar umum tingkat SD dan SMP. Ternyata hal ini mendapat respon yang sangat positif baik dari siswa, guru, maupun orang tua murid. Terbukti, dengan jumlah peserta yang meningkat lebih dari 100% pelajar dari seluruh Indonesia. Tahun-tahun berikutnya, jumlah peserta yang berpartisipasi terus meningkat.
Menurut Arleta, kompetisi ini sebagai upaya EF untuk memperkenalkan dan menyosialisasikan Spelling Bee di Indonesia, karena banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan oleh anak-anak dari kegiatan ini. “Selain melatih pelafalan kosakata bahasa Inggris secara cepat, tepat dan akurat yang benar-benar berbeda dengan bahasa Indonesia, anak-anak juga dapat belajar meningkatkan kepercayaan diri berbahasa Inggris, keberanian tampil di depan umum, melatih mental/ EQ untuk dapat bersaing secara sehat, serta memotivasi anak untuk mencapai keberhasilan,” tutur Arleta.
Nilai tertinggi yang diraih pemenang ditentukan berdasarkan ketepatan serta akurasi susunan/ ejaan kata dengan waktu yang dibatasi. Pemenang grand final ini akan mendapatkan hadiah berupa trofi nasional dan sejumlah uang yang akan diberikan dalam bentuk tunai, serta hadiah hiburan lainnya dari sponsor.
Mulai tahun ini, Kompetisi Nasional EF English First Spelling Bee dilaksanakan dua tahun sekali. Alasannya, menurut Arleta, supaya para peserta dapat mempersiapkan kompetisi dengan lebih matang. Sehingga, hasil yang diperoleh sungguh optimal, baik dari segi para peserta sendiri maupun dari segi EF English First sebagai penyelenggara. ”Dan tentunya dengan jarak dua tahun, maka para peserta akan menyambut penyelenggaraan ini dengan penuh antusias,” ujar Arleta.
Lebih lanjut, acara Final Spelling Bee tahun 2012 kembali disemarakkan oleh kehadiran presenter kondang Choky Sitohang yang merupakan Brand Ambassador English First Indonesia 2012. ”Penunjukkan Choky Sitohang diharapkan makin dapat menggalakkan sosialisasi penggunaan bahasa Inggris yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Arleta.
Pada kesempatan ini, Choky menyatakan bahwa peristiwa hari ini merupakan kenangan indah yang kembali terulang. Karena dua tahun lalu ia menghadiri acara serupa. Dikatakan pengalaman indah karena melihat kembali banyaknya generasi muda Indonesia yang sangat menjanjikan, yang dapat diandalkan menjadi duta budaya Indonesia di panggung internasional dengan bekal bahasa Inggris yang mereka punya. “Saya sudah 3 tahun bekerja sama dengan English First. Saya hadir bukan karena saya sangat fasih berbahasa Inggris, tapi ingin mengajak anak-anak muda Indonesia untuk menggunakan bahasa Inggris dalam pergaulan. Saya sendiri membiasakan berbahasa Inggris via twitter, BBM, SMS, dan pergaulan sehari-hari, karena sampai kapanpun bahasa Inggris dipakai sebagai jembatan pergaulan dan budaya di dunia internasional,” terangnya.
Belajar Bahasa Inggris Tanpa Lupakan Nasionalisme
Lebih lanjut, Kompetisi Nasional EF English First Spelling Bee selaras dengan kampanye yang diusung EF English First yakni, Speak English. Go Make History. “Sebagai pionir dalam bidang pendidikan bahasa Inggris di Indonesia, kami menyadari pentingnya penggunaan bahasa Inggris yang baik dan benar sejak dini serta menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu melalui kompetisi nasional EF English First Spelling Bee tahun 2012, EF English First berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri anak Indonesia dalam penggunaan bahasa Inggris. Sehingga diharapkan mampu menjadi generasi muda yang berkualitas, kompeten, menjadi pemimpin andal yang diakui, serta mampu bersaing di ajang internasional,” kata Arleta.
Hal tersebut didukung oleh hasil riset Cummins, J. (2000). Language, Power, and Pedagogy. Bilingual Children in The Crossfire. Clevedon, England: Multilingual Matters. Di sana dikatakan bahwa anak yang mengembangkan dua kemampuan bahasa semasa sekolah, akan mendapatkan pemahaman mendalam atas bahasa dan bagaimana menggunakannya secara efektif. Hasil riset tersebut membuktikan bahwa kemampuan bilingual membawa dampak positif bagi perkembangan pendidikan untuk anak. “Riset ini juga menyimpulkan bahwa, anak-anak dengan kemampuan bilingual akan memiliki fleksibilitas berpikir yang lebih baik sebagai hasil dari pemrosesan informasi dari dua bahasa yang berbeda,” simpul Arleta.
Selain itu, melalui kompetisi ini diharapkan dapat menjadi kesempatan emas anak-anak dari penjuru daerah untuk berinteraksi. Penting kiranya sedini mungkin anak-anak diperkenalkan dengan budaya lain, karena dari situlah akan tumbuh sikap saling menghargai dan menghormati orang lain maupun budaya di luar dirinya. Karena belajar bahasa berarti belajar kebudayaan.
Dengan saling menghormati satu sama lain dari latarbelakang daerah dan budaya yang berbeda, maka akan menciptakan sikap nasionalisme. Ini bisa dimengerti karena nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Jadi, walaupun berbeda-beda tetapi datang dari negara yang satu, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat. Dengan demikian EF English First, lembaga pendidikan bahasa Inggris berskala internasional terkemuka yang telah 17 tahun berada di Indonesia, memenuhi harapan banyak pihak untuk menanamkan sikap nasionalisme melalui bingkai pendidikan.
Rasa nasionalisme ini diakui langsung oleh Harman. Ayah dari Jeane Naila Anstyadi, salah satu peserta Kompetisi Nasional EF English First Spelling Bee, menuturkan bahwa semakin orang mahir dalam bahasa Inggris memiliki peluang untuk menjadi seorang nasionalis. “Karena melalui bahasa Inggris, ia bisa memperkenalkan Indonesia yang sangat beragam suku dan budayanya kepada orang asing, yang kebanyakan berbahasa Inggris. Semakin menguasai bahasa asing, semakin luas wawasan dan pergaulan, maka semakin besar pula peluang memperkenalkan Indonesia ke masyarakat internasional.”
Ke depan EF English First berharap kompetisi Spelling Bee ini dapat digemari oleh generasi muda Indonesia dan menjadi bagian dari mata pelajaran/ kegiatan anak di sekolah-sekolah, sehingga dapat terus memacu dan mengasah kompetensi berbahasa Inggris anak Indonesia. Selain itu, tentunya kompetisi ini akan membuat EF English First semakin menancapkan perannya dalam memperjuangkan cita-cita para bapak pendiri bangsa untuk menciptakan sebuah pendidikan yang membuat generasi muda Indonesia cerdas, berkeadilan, serta berkarakter keindonesian.
”Kami terus berupaya mendorong kawula muda Indonesia untuk menjadi warga dunia yang multi-talented dan multi-language sehingga dapat memajukan Indonesia sebagai negara berkembang agar dapat melaju di kancah Internasional dalam berbagai bidang, terutama dalam menghadapi era free trade zone atau perdagangan bebas, dan era teknologi informasi yang berkembang begitu pesat dalam dekade terakhir,” Arleta menandaskan.
Di tengah acara Kompetisi Nasional EF English First Spelling Bee ini diadakan Konferensi Pers yang menghadirkan banyak sekali wartawan, baik cetak, elektronik, radio dan televisi. Dalam hal ini EF menjalin kerja sama dengan PT Media Artha Pratama, yang memang sudah berpengalaman di bidang public relations.
"Speak English. Go make history."
Tentang EF English First
EF English First English First, sekolah bahasa swasta terbesar di dunia, sekarang telah mempunyai 63 sekolah di 24 kota Indonesia. Membuka sekolah pertamanya di Jakarta pada tahun 1995, kini mempunyai sekolah-sekolah di Jakarta, Cilegon, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Sidoarjo, Bali, Makassar, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Solo, Balikpapan,Jayapura, Samarinda, Medan, Batam, Sukabumi, Tegal, Kupang, Jember, Magelang, Kediri, Manado, Bangka, dan Tulungagung, baik di ibukota propinsi maupun kabupaten.
EF English First yang berdiri pada tahun 1965, dengan misi menjembatani perbedaan budaya dan bangsa, sekarang mempunyai 26,000 guru dan profesional di 400 sekolah di 75 negara dan melayani 15,000,000 siswa per tahunnya.
Produk EF English First diminati siswa segala usia. Memiliki sistem akademis sendiri yang didukung oleh buku, teknologi, pengajar berkelas internasional dan ditunjang dengan fasilitas terkini, menjadikan EF English First terdepan di kelasnya. (ONE)
Keterangan Foto:
Dari kiri: Arleta Darusalam (Country Director EF English First Indonesia), Choky Sitohang (Brand Ambassador English First Indonesia 2012), dan Ignatius Untung (Director of Marketing EF English First Indonesia). Foto by ONE



Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 