Inilah Hubungan antara Inovasi dan Standar

JAKARTA-MAPNEWS. Menghadapi perdagangan bebas lingkup ASEAN di tahun 2015, inovasi memegang peranan penting dalam mendukung daya saing produk nasional. Tanpa inovasi, rasanya sulit untuk berkompetisi dan mengimbangi kekuatan produk negara ASEAN lainnya. Di sisi lain, sebuah inovasi akan menjadi salah satu pendorong bagi pembangunan ekonomi dan akan memberi kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional dalam upaya meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, jika produk yang dihasilkan bisa berdayaguna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atau dapat menjadi solusi bagi permasalahan nyata yang dihadapi pemerintah maupun masyarakat.

"Kendati demikian, inovasi perlu didukung oleh ketersediaan standar yang dapat menjadi acuan bagi jaminan kualitas dan keamanan produk. Kenapa bisa demikian, karena semakin industri berkembang, maka makin banyak produk dan jasa dihasilkan. Di sinilah peran standar supaya produk dan jasa dihasilkan bermutu dan memberi jaminan keamanan pada masyarakat selaku konsumen," kataKepala Badan Standardisasi Nasional, Prof. Dr. Bambang Prasetya di tengah-tengah acara sepeda santai di Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (31/8/2013).

Bambang mengilustrasikan hubungan inovasi dan standar itu seperti dua sisi mata uang, saling menyatu. Lalu ia mencontohkan inovasi di bidang otomotif. Jika tidak didukung standar, maka inovasi tersebut kurang bernilai. Sebagai gambaran, otomotif tentu membutuhkan jaminan kualitas produk, mulai ban, kaca pengaman, minyak rem, hingga kualitas emisi buang. Jika inovasi tidak mampu memenuhi persyaratan tersebut, rasanya akan sulit untuk meyakinkan calon pengguna inovasi yang pada akhirnya inovasi tidak mampu mempengaruhi daya saing untuk menembus pasar ASEAN ataupun global.

Oleh karenanya, ada kaitan erat antara inovasi dan standar. Hal ini didukung hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan erat antara jumlah standar dan indikator inovasi (Blind; R&D level and patent count, 2004). Untuk beberapa kasus, perusahaan menggunakan inovasi design dalam meningkatkan volume pasar produk mereka yang ada saat ini. Bahkan mereka menciptakan produk baru dengan harapan bahwa produk baru mereka akan mendominasi suatu segmen di pasar.

Intinya kata kunci untuk kemajuan suatu bangsa, memang ada pada teknologi. Tetapi adalah juga penting bagaimana teknologi tersebut bisa diterima oleh semua konsumen. Untuk diterima kata kuncinya adalah standar. "Suatu penemuan baru dari sebuah inovasi, harus diikuti dengan standar yang ditetapkan," tutur Bambang.

Apa yang disampaikannya senapas dengan semangat Hari Kebangkitan Teknologi Nasional tahun 2013, yang pada tahun ini bertemakan “Inovasi untuk Kemajuan Bangsa." Pada moment yang berharga ini, BSN melakukan dan terus mendorong para pemangku kepentingan untuk merumuskan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berbasis Iptek dan mampu mendukung inovasi. Sebagai contoh, BSN tengah menggodok SNI untuk mobil listrik, SNI untuk radiasi pangan, atau SNI Keamanan Pangan yang mampu mendukung inovasi produk pangan olahan, terutama yang bahan bakunya bersumber dari tumbuhan alami (bioresources).

Momentum tersebut semakin menemui artinya tatkala Pemerintah pada saat yang sama terus mendorong program MP3EI. Semangat MP3EI adalah semangat untuk membangun industri tanah air dalam upaya meningkatkan diversifikasi produk. Artinya, kita mulai mengurangi ekspor produk mentah dan sebagai gantinya kita memberikan nilai tambah dari setiap produk dan jasa yang dihasilkan. Ini memerlukan langkah-langkah inovatif, dan sekali lagi standar harus mengikutinya. "Diversifikasi produk ini penting untuk menguatkan perekonomian kita. Memperbanyak ekspor dan menekan impor."

Akhirnya, BSN berharap masyarakat terutama industri terdorong untuk melakukan inovasi dengan tanpa melupakan standar. Sebab, inovasi tanpa memperhatikan standar akan “buta”. sedangkan, standar tanpa dukungan iptek akan “lumpuh”.  Sehingga keduanya harus ada dalam satu siklus yang saling mendukung secara berkesinambungan. (ONE)

Berita Terkait

Komentar: